Imbas Pernyataan Kontroversi Soal Covid-19 dr Lois, Resmi Ditahan

  • Share

JAKARTA– Imbas pernyataan dr Louis Owien menuai kontroversi terkait menyebut kematian COVID-19 diakibatkan interaksi obat.

Secara resmi saat ini telah ditahan di Mapolda Metro Jaya namun, pada Senin sore dokter Lois Owien dipindahkan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro ke Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Berita terkait:

Pemindahan yang dilakukan pada Senin sore itu sebagai tindak lanjut dari pelimpahan kasus Lois ke Mabes Polri. sebagaimana dikutip berita Tempo.co

“Iya kami limpahkan ke Mabes Polri,” kata Kepala Unit V Subdirektorat IV Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Komisaris Immanuel P. Lumbantobing saat dikonfirmasi, Senin, 12 Juli 2021.  

Dari pantauan Tempo di lokasi, digelandang keluar Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sekitar pukul 18.47. Dokter yang berseteru dengan PD IDI dan MKEK itu tampak mengenakan baju warna kuning lengan panjang, masker warna putih, kacamata, dan ditemani oleh kuasa hukumnya. 

Terima kasih anda memberikan kepercayaan dengan membaca metroluwuk.com jaringan ZONAUTARA NETWORK. Simak informasinya. Tolak hoaks jadilah pembaca yang bijak.

Saat menjadi pembicara di talkshow Hotman Paris, Lois menjelaskan bahwa beberapa pasien yang diberi obat antivirus seperti Azithromycin, Metmorfin, dan obat TB dapat menyebabkan Asidosis Laktat atau produksi asam laktat yang berlebihan pada tubuh. Kondisi ini terjadi saat tubuh melakukan metabolisme anaerob atau kadar oksigen rendah. Instagram/dr_lois7

Sebelum memasuki mobil, Lois sama sekali tak merespon pertanyaan wartawan yang telah menunggunya.  

Baca juga:

Lois ditangkap buntut pernyataannya yang menyebut Covid-19 bukan lah virus dan para yang meninggal karena interaksi antarobat.  

Tak lama setelah pernyataannya di acara Hotman Paris Show itu viral, polisi membuat laporan model A terhadap Lois. 

Dokter yang menyebut dirinya dokter anti-aging itu diduga telah menyebarkan berita bohong dengan sengaja yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit menular di sejumlah media sosial. 

Sebagai barang bukti, polisi telah menjadikan tangkapan layar acara Hotman Paris serta unggahan dokter Lois Owien di media sosial pribadinya. Sejumlah saksi pun telah diperiksa, salah satunya dokter Tirta Mandira Hudhi sebagai saksi ahli dari Kementerian Kesehatan. Sebagaimana diberitakan. Sumber Tempo.co. ***

Berita lainnya:

  • Share