Meski Lagi Merangkak, Medco Bakal Buyback Saham senilai 130 M setara US$ 9 juta

  • Share

JAKARTA– Sepanjang tahun 2020, Medco melaporkan kerugian yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar US$ 188,97 juta setara Rp 2,74 triliun (kurs 14.500). Namun, berharap pembelian kembali saham memberikan fleksibilitas besar bagi Perseroan mengelola modal.

Sebagaimana CNBC Indonesia memberitakan. Emiten minyak dan gas (migas) milik pengusaha Arifin Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), mengumumkan rencana pembelian kembali buyback saham (proses pembelian kembali saham di publik atau outstanding share) maksimal sebesar Rp 130,50 miliar atau setara US$ 9 juta, dengan kurs Rp 14.500/US$, yang dananya berasal dari saldo kas internal.

Dana tersebut termasuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara dan biaya lainnya sehubungan dengan transaksi pembelian kembali saham perseroan.

Berita terkait:

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pembelian kembali saham perseroan tersebut setara 0,8% dari jumlah modal disetor dan ditempatkan.

“Perkiraan jumlah saham yang akan dibeli kembali adalah 190.000.000 saham atau 0,8 % dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan sehingga tidak akan melebihi 10% (sepuluh persen) saham termasuk saham treasuri perseroan saat ini,” ungkap manajemen MEDC, Kamis (8/7/2021).

Terima kasih anda memberikan kepercayaan dengan membaca metroluwuk.com jaringan ZONAUTARA NETWORK. Simak informasinya. Tolak hoaks jadilah pembaca yang bijak.

Adapun terkait periode buyback akan dilaksanakan paling lama 18 bulan sejak disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan dilaksanakan pada 16 Agustus mendatang.

Dengan kata lain, jika disetujui Medco dapat menyelesaikan pembelian kembali saham hingga 16 Februari 2023.

Medco tidak merinci terkait batas maksimal harga saham, akan tetapi mengatakan bahwa “pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan dengan harga yang lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No. 30.”

Medco mengatakan pembelian kembali saham perseroan dilakukan untuk menumbuhkan serta memperluas usaha dan dapat dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan ROE (return on equity) perseroan.

Baca juga:

Medco Juga mencatat buyback akan memberikan fleksibilitas dalam mengelola modal

“Pelaksanaan pembelian kembali saham akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi Perseroan dalam mengelola modal dan memaksimalkan pengembalian kepada pemegang saham. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan perluasan usaha perseroan, buyback juga akan memfasilitasi pengembalian kelebihan kas dan dana bagi pemegang saham dengan cara yang efektif dan efisien,” tulis MEDC.

Medco telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan melalui perdagangan di BEI selama periode buyback.

Sepanjang tahun 2020, Medco melaporkan kerugian yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar US$ 188,97 juta setara Rp 2,74 triliun (kurs 14.500). Angka tersebut bengkak hingga 387% dari kerugian sebelumnya tahun 2019 senilai US$ 38,76 juta setara Rp 562,09 miliar.

Kinerja ini membaik pada kuartal pertama 2021, dimana perusahaan berhasil memperoleh laba bersih sebesar US$ 5,12 juta (Rp 74,24 miliar) dari keadaan merugi sebesar US$ 19,97 juta (Rp 289,56) pada periode yang sama tahun 2020.

Pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (8/7) di pasar modal, saham MEDC turun 4,80% ke level Rp 595/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 14,96 triliun. Selama sepekan saham ini telah melemah 4,03% dan dalam sebulan menyusut 17,93%. Sebagaimana diberitakan. Sumber CNBC Indonesia . ***

Berita lainnya:

  • Share