Soal di Covidkan, Hoaks Liar di Indonesia, Waspada Terima Informasi

  • Share

JAKARTA– Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mencatat 1.723 sebaran hoaks menyangkut soal vaksin dan Covid-19 sepanjang Januari hingga Juni 2021 di berbagai platform media sosial, terbanyak ditemukan di Facebook.

Informasi hoaks dampaknya sangat luas dimasyarakat meski, masih banyak yang sanksi dapat ditangkal namun tak sedikit orang telah jadi korban. Akibat menerima informasi tanpa ada pembanding sesuai fakta mewakili pemikiran ilmiah tentang situasi pandemi virus Covid-19 yang telah bermutasi.

Mengutip berita kompas.com. Dua minggu yang lalu, Gusman Suherman kehilangan ayahnya yang tertular Covid-19.

Komedian yang tinggal di Bandung, Jawa Barat tersebut mengatakan ayahnya termakan oleh hoaks.

Berita terkait:

“Almarhum bapak kemakan hoaks yang katanya kalau ke rumah sakit akan di-Covid-kan,” kata Gusman.

“Efeknya ketika sakit, beliau enggak mau dibawa ke rumah sakit padahal kondisinya sudah lumayan buruk,” kata Gusman yang juga “podcaster” untuk “Belagu Podcast”, seperti yang dilansir dari ABC Indonesia pada Minggu (4/7/2021). 

Gusman tahu kalau banyak informasi yang salah soal Covid-19, termasuk teori konspirasi yang beredar.

Awalnya ia tidak peduli, jika ada yang percaya soal teori konspirasi. Namun, kini ia menjadi khawatir.

“Saya khawatir kalau informasi ini sampai ke orang-orang yang malas mencaritahu kebenaran atau membaca, seperti grup di WhatsApp,” ujarnya kepada ABC Indonesia.

“Kemungkinan mereka untuk mencari informasi tandingan agak sulit…jadinya menelan bulat-bulat informasi yang terima di WhatsApp,” ucapnya.

“Kasihan kalau informasi itu sampai ke orang seperti bapak saya…gara-gara ada misinformasi takutnya tidak memaksimalkan ikhtiar dan malah jadi merugikan,” ungkapnya

  • Share