Kritik Jokowi King of Lip Service BEM UI di Bina, Mengapa ‘Kampus Tak Bisa Kritis’

  • Share

JAKARTA– Lokataru Foundation dalam riset paparkan sejumlah kasus pemasungan kebebasan berekspresi yang dilakukan kampus selama 2019-2021 berupa skors, drop out, hingga pelaporan kepada polisi. 

Sebagaimana peristiwa mengenai represi kampus di tengah pandemi marak terjadi dialami, BEM UI mendapat panggilan karena kritik ‘Jokowi King of Lip Service’ hanya satu bagian dari represi ini. Beberapa perguruan tinggi bahkan sampai memecat hingga menskors mahasiswanya karena protes. 

Berita terkait:

Minggu (27/6) tak dirasakan sebagai hari libur bagi serombongan pengurus BEM UI. Mereka harus menemui pihak rektorat karena postingan instagram Jokowi King of Lip Service yang mereka unggah melalui akun instagram. Pemanggilan ini bagian dari ‘pembinaan’ karena kritik terhadap pemerintah.

“Pemanggilan terhadap BEM UI ini karena menilai urgensi dari masalah yang sudah ramai sejak postingan yang mereka buat di akun sosial media BEM UI. Pemanggilan ini adalah bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan yang ada di UI,” kata Direktur Kemahasiswaan  Dr Tito Latif  dalam surat panggilan kampus untuk BEM UI seperti diberitakan detikcom.

Manajer Program Lokataru Foundation Mirza Fahmi menjelaskan ada sejumlah indikasi  yang menyebabkan budaya kebebasan berekspresi di lingkungan kampus menjadi luntur.

  • Share