Lahan HGB Huntap Duyu Bermasalah, Walikota: Kita, Musyawarah Guna Percepatan Bangun Huntap

  • Share

PALU– Walikota Hadianto Rasyid bahas percepatan rehabilitasi rekonstruksi pascabencana dan rencana pengembangan Hunian Tetap (Huntap) Duyu bersama warga di Masjid Al-Aslam, jalan Vatungguni, Palu.

Namun, rencana pembangunan Huntap terkendala batas administrasi antara Kabupaten Sigi dan Kota Palu. Dari semula memanfaatkan lahan seluas 36 hektare yang dapat dipastikan sekitar 32 hektare.

Berita terkait: Pemkot  Palu Rencanakan Lahan 33 Ha Bangun Huntap II untuk 1.000 KK di Tondo

“Ketika ini menyangkut masyarakat banyak, InsyaAllah kita betul-betul bisa melakukan keputusan berdasarkan musyawarah mufakat agar semua bisa menerimanya,” kata Hadi secara tertulis, Minggu, (6/6/2021).

Terima kasih anda memberikan kepercayaan dengan membaca metroluwuk.com jaringan ZONAUTARA NETWORK. Simak informasinya. Tolak hoaks jadilah pembaca yang bijak.

Mengenai rencana tersebut, pihaknya sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan, apalagi berhubungan dengan masyarakat banyak.

Luas lahan yang disiapkan untuk pembangunan Huntap di Duyu sekitar 36 hektare merupakan bekas lahan Hak guna bangunan (HGB) PT Duta Dharma. Namun telah diberikan kepada Pemerintah untuk dijadikan lokasi pembangunan Huntap.

Baca juga: Babuk Gratifikasi Firli Bahuri Dikembalikan ke Dewas KPK, ICW Angkat Bicara

“Lahan 36 hekater itu, telah dihibahkan oleh pemerintah pusat untuk lokasi pembangunan Huntap,” ujarnya.

Rencana pembangunan akan dipercepat diatas lahan 36 hektar ini. Tapi beberapa hektare masuk dalam wilayah Desa Doda, kabupaten Sigi, sehingga yang bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah kota Palu tinggal sekitar 32 hektar.

“Pembangunan Huntap di atas lahan sekitar 32 hektar belum berjalan dikarenakan keluarga kita di sini masih keberatan,” katanya.

Oleh karena itu, Hadi tidak ingin mendengar terkait Huntap Duyu secara sepihak, ia juga ingin mendengar dari pihak masyarakat.

“Saya harap kita bisa bermusyawarah dengan baik, karena apa yang kita tuju untuk kemaslahatan keluarga kita yang sudah tiga tahun ini berada di Huntara,” tuturnya.

Reporter| Hendra Edo

Berita lainnya: Ditangkap Basah Tidur dengan Istri Orang

  • Share